Antara Kost dan Asrama
Sebagai seorang mahasiswa yang merantau di kota pendidikan ini memang mempunyai keuntungan dalam segi tempat tinggal karena pihak pemerintah tiap daerah menyiapkan asarama untuk mahasiswa dan tentunya tanpa dipungut biaya, walaupun ada itu mungkin hanya biaya listrik dan lain-lain.
Pada saat pertama kali tiba jogja saya langsung diantar teman saya untu menginap diasrama, meskipun pada awalnya saya tidak begitu suka ,lambat aun saya pun bisa menikmati suasana asrama yang cukup menyenangkan, dan akhirnya masa perkuliahan pun tiba , untuk menuju kampus saya harus meminjam motor teman saya yang di asrama berhubung karena saya belum punya motor dan tidak akan pernah punya motor.
lama kelamaan saya pun merasa tidak enak dengan teman saya dan akhirnya memutuskan untuk mencari kosat yang paling dekat dengan kampus yah minimal bisa jalan kaki menuju kampus selain bisa mengurangi biaya juga bisa menyehatkan tubuh.
Dalam pencarian kost ini saya ditemani oleh sepupu saya yang sudah sedikit mengerti dan paham tentang dunia kos : D Kost yang saya pilih letaknya cukup strategis dekat dengan kampus hanya butuh waktu sekitar 8 menit berjalan kaki utuk menuju kampus ya selain berhemat tubuh juga bisa lebih sehat karena tiap hari harus berjalan kaki menuju kampus.
Hidup menjadi seorang anak kos kosan memang mempunyai nilai tersendiri selain bisa hidup lebih mandiri kita juga bisa berinteraksi dengan penduduk sekitar yangnotabene adalah penduduk asli jawa , dalam pandangan orang mandar orang jawa mempunyai rasa sosialisai yang sangat tinggi yah tidak jauh beda lah dengan suku saya yaitu mandar tercinta.
Hidup menjadi seorang anak kos kosan memang mempunyai nilai tersendiri selain bisa hidup lebih mandiri kita juga bisa berinteraksi dengan penduduk sekitar yangnotabene adalah penduduk asli jawa , dalam pandangan orang mandar orang jawa mempunyai rasa sosialisai yang sangat tinggi yah tidak jauh beda lah dengan suku saya yaitu mandar tercinta.